Jejak Sejarah dan Doa untuk Kota Kraksaan di Usia ke-16
Kraksaan, Lensaupdate.com - Peringatan Hari Jadi ke-16 Kota Kraksaan sebagai ibukota Kabupaten Probolinggo tahun 2026 dimaknai Pemerintah Kabupaten Probolinggo tidak hanya sebagai seremoni, tetapi juga momentum refleksi sejarah dan spiritual. Salah satunya diwujudkan melalui ziarah makam pendiri Kota Kraksaan KH Abdul Wahab atau Kiai Ronggo, Senin (5/1/2026) pagi.
Ziarah yang digelar di makam Kiai Ronggo Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan ini diikuti Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan OPD, tokoh agama serta unsur Forkopimka Kraksaan.
Sejak pagi, suasana khidmat menyelimuti area makam. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Yaasiin secara berjamaah yang dipimpin oleh Habib Anis Al Habsy. Doa dan tahlil kemudian dipanjatkan bersama, dipimpin langsung Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo KH Abdul Wasik Hannan.
Usai doa bersama, Wakil Bupati Fahmi AHZ bersama Forkopimda dan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto melaksanakan prosesi tabur bunga di pusara Kiai Ronggo. Prosesi ini menjadi simbol penghormatan dan rasa terima kasih atas jasa besar pendiri Kota Kraksaan.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Fahmi menegaskan bahwa ziarah makam bukan sekadar tradisi, melainkan sarana untuk mengingat kembali nilai-nilai perjuangan para pendahulu dalam membangun daerah.
“Kiai Ronggo memperjuangkan berdirinya Kota Kraksaan dalam kondisi yang serba terbatas. Namun dengan tekad dan keikhlasan, perjuangan itu berhasil. Ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini tentu berbeda, namun semangat juang para pendiri harus tetap menjadi landasan dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan daerah.
“Membangun kota tidak cukup hanya dengan infrastruktur. Yang jauh lebih penting adalah membangun karakter dan kualitas sumber daya manusia. Itulah semangat yang ingin terus kami jaga,” tegasnya.
Wabup Fahmi juga menekankan pentingnya menjaga ingatan kolektif terhadap sejarah daerah agar generasi penerus tidak tercerabut dari akar perjuangan para ulama dan tokoh pendiri. “Dengan kondisi dan fasilitas yang semakin baik saat ini, percepatan pembangunan Kota Kraksaan harus terus kita dorong demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (nab/zid)
Berita Lain
- Semarak HUT ke-16 Kota Kraksaan, Ratusan Warga Ikuti Senam Pagi Bersama
- Lomba Membatik di Kertas Tisu dan Mendongeng Warnai Peringatan Hari Jadi ke-16 Kota Kraksaan
- Tasyakuran Hari Jadi ke-16 Kota Kraksaan, Wabup Fahmi Ajak Perkuat Komitmen Pembangunan
- Khotmil Qur’an Awali Rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-16 Kota Kraksaan Sebagai Ibukota Kabupaten Probolinggo
- APEL RUTIN SETIAP HARI SENIN 19 JANUARI 2026